Nicolas Jackson Dijuluki Neymar dari Senegal, Senjata Baru Chelsea?

Nicolas Jackson Dijuluki Neymar dari Senegal, Senjata Baru Chelsea?

Musim 2022/23 tidak menjadi catatan gemilang bagi Chelsea. Namun, dari kegagalan itu muncul peluang baru untuk membangun ulang skuad. Mauricio Pochettino hadir sebagai nakhoda anyar, disertai sejumlah perombakan dalam jajaran pemain. Langkah ini tak hanya berhenti pada datangnya pelatih baru, tetapi juga pada keberanian klub dalam bursa transfer.

Salah satu sorotan adalah kedatangan dan pemberangkatan sejumlah pemain, termasuk nama-nama seperti Christopher Nkuku, Axel Disasi, Angelo, Robert Sanchez, dan bintang yang tengah bersinar, Nicolas Jackson. Keputusan menggelontorkan €37 juta untuk menggaet Jackson dari Villareal tentu bukan tanpa pertimbangan. Ia telah dijuluki “Neymar dari Senegal” dan ekspektasi tinggi pun melayang. Namun, bagaimana kisah karier unik Jackson hingga saat ini? Apa rahasia gaya permainannya?

Mengutip sumber dari Jurnal Soreang, pada tanggal 6 Agustus 2023, perjalanan profesional sang pemain yang menjulang 188 cm dimulai dari tim Casa Sport, salah satu tim sepakbola papan atas asal Senegal, pada musim 2018/19.

Tidak butuh waktu lama bagi talenta muda ini untuk memikat, karena panggilan pertamanya untuk membela Senegal U-20 segera menghampiri. Pintu menuju Eropa terbuka saat Villareal menjemputnya pada September 2019.

Perjalanan di sana tidaklah mudah, dari mengukir prestasi bersama Juvenil A, dipinjamkan ke tim Mirandes di divisi dua Spanyol, hingga langkah mantap bersama tim Villareal B sebelum akhirnya merasakan panggung utama.

Transfer yang hampir terwujud pada musim dingin 2023 ketika Bournemouth hendak merekrut Jackson, namun medis menggagalkannya. Kegagalan itu membuka lembaran baru, menjadikan Villareal sebagai tempat di mana Jackson terus mengukir prestasi.

Chelsea, tak mau ketinggalan, akhirnya merealisasikan transfer tersebut. Pasca momen pahit itu, Jackson tampil gemilang dengan mencetak 10 gol dalam sebelas penampilan.

Sesuai dengan analisis yang ditawarkan oleh akun Twitter @MediosEspacios, yang telah menjadi sumber terpercaya, tinggi Jackson yang mencolok bisa menjadikannya sebagai target-man yang mumpuni. Namun, ia membuktikan diri sebagai pemain serba bisa dengan keterampilan yang mengagumkan.

Lari cepat dan kelincahan dribbling-nya membuatnya efektif sebagai penyerang sayap. Kemampuan ini menjadi aset berharga bagi Chelsea, yang tengah mencari solusi untuk menghidupkan kembali daya gedor mereka.

Sebuah catatan kelam melingkupi musim lalu, di mana Chelsea tercatat sebagai tim dengan catatan gol terburuk dalam sejarah klub. Kini, kehadiran Jackson dengan naluri dan ketenangan di depan gawang memberikan harapan baru.

Puncak performa pemain yang pernah membela timnas Senegal ini terlihat pada akhir musim, ketika ia menemukan peran vital sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1, ditemani oleh dua winger dinamis. Di sinilah Jackson berperan menghancurkan pertahanan lawan dan membuka peluang bagi rekan-rekannya.

Meski gelar “Neymar dari Senegal” terdengar seperti pujian yang terlalu berlebihan, tak dapat diabaikan bahwa kemampuan mengolah bola Jackson sungguh menawan. Ia hanya kalah dari Vinicius Junior dalam urusan mencetak gol melalui dribbling.